#ask saya mau bertanya, apa yang terjadi jika R1 nilainya tidak 10K (lebih kec

#ask

saya mau bertanya,
apa yang terjadi jika R1 nilainya tidak 10K (lebih kecil / lebih besar)
kemudian ada rumus / hitungan untuk menentukan R1

hehe terima kasih




11 thoughts on “#ask saya mau bertanya, apa yang terjadi jika R1 nilainya tidak 10K (lebih kec

  1. Noik Efem

    R1 yang di tanyakan ko pembahasanya ke led nya, R1 itu kan cuma buat menghambat tegangan arduino , biasanya posisi hight 5v sedangkan basis transistor cuma butuh skitar 2 v , jika di rubah di besarkan atau di kecilkan kalo ga geliru , transostor ga kerja atau led off/ mati

  2. Christianto

    Info jenis led sangat menentukan arus.led biasa 10mA.led super 20mA.led power 160mA.bila dianggap led power maka R seri adalah 12v-2v dibagi arus =10/160*1000=1000/16=600 ohm.

  3. Sulhan Setiawan

    Ini informasinya kurang lengkap, karena tidak jelas menggunakan LED apa. LED itu tegangan majunya bervariasi, ada yang hanya sekitar 1,7 dan ada yang mencapai 3V lebih. Tapi sebagai gambaran saja, anggaplah ini menggunakan yang 1,7, atau biar lebih mudah adalah, anggaplah 2V saja. Tegangan VCE saturasi juga seharusnya diperhitungkan, tetapi karena nilainya biasanya cukup kecil, hanya 0,1V saja, maka sering kali diabaikan dan dianggap tidak ada. Jadi, dengan VCC 12V, kita bisa mengetahui bahwa tegangan pada resistor 680 ohm ini sebesar 12 (VCC) - 2 (dianggap bahwa Vf LED adalah 2) = 10V.

    Sampai di sini, kita tahu ada V dan ada R, berarti I cukup jelas yaitu sebesar 10/680=14,7 mA. Dan karena diparalel sebanyak 8 buah, maka total IC adalah 117,6 mA.

    Kita juga butuh data hFE dari transistor yang digunakan, dari datasheet terlihat bahwa BD139 itu punya hfe minimal 40 dan maximal 250. Dan karena syarat agar transistor itu mengalami saturasi adalah bahwa arus basis kali hFE itu lebih besar dari arus kolektor, maka untuk lebih menjamin itu, kita pilih nilai hFE minimal saja, yaitu 40. Dengan demikian, Ib adalah 117,6/40=2,94mA.

    Tegangan pada port arduino itu umumnya 5V, dan VBE ON dari BD139 itu menurut datasheet maximal adalah 1V. Jadi bisa kita ketahui tegangan pada resistor basis itu 5-1=4V.

    Nah, kita dapat V=4V dan I=2,94mA, berarti R= 4/0,0029 =1.379. Jadi, yang paling aman dan tidak berlebihan adalah menggunakan resistor 1K, bukan 10K. Tetapi, jika kita yakin bahwa hFE-nya mencapai 250, maka bisa saja kita gunakan nila IB sebesar 117,6/250=0,47mA. Dan dengan demikian, R=4/0,00047=8.510, dan tetap, nilai R 10K itu masih terlalu besar!

    Apa yang terjadi jika nilai R basis terlalu besar? Yaitu bahwa transistor tidak mengalami saturasi. Akibatnya adalah VCE menjadi besar, tidak sekecil 0,1V lagi. Akibatnya adalah daya yang diserap oleh transistor menjadi lebih tinggi, akibatnya adalah transistor menjadi lebih panas, dan boros energi.

    Apa yang terjadi jika nilainya terlalu kecil? itu juga menjadi sedikit lebih boros, tetapi karena arus pada Ib itu biasanya juga kecil saja, maka lebih borosnya itu jauh lebih kecil dibandingkan jika nilai R terlalu besar yang akan mengakibatkan transistor panas.

  4. Peri Indriyanto

    Rb mempengaruhi kemampuan Tr dalam mengalirkan Arus CE mas. Kl lihat rangkaian di atas brarti masnya butuh ICE buat menyalakan LED (ICE = I LED Total = 8 x (12-2-0,5) V / 680 Ohm = 135 mA)

    Nah ICE = hFE . IB (hFE = penguatan Tr)

    IB = (5V (tegangan logic dr arduino) - 1 V (VBE / teg bias Tr) / 10K )= 4/10K = 400uA

    Kalau g salah BD139 hFEnya bs smpai 250, jd dg rangkaian itu bs melewatkan arus 400uA x 250 = 100mA

    Lebih baik RB disesuaikan agar arus transistor cukup (bukan kurang / berlebih) krn akan timbul panas.

Leave a Reply