RADIO TJAWANG Waktu boleh saja bergerak maju. Namun barang -…

RADIO TJAWANG

Waktu boleh saja bergerak maju. Namun barang - barang dari masa yang telah lalu tidak akan pernah tenggelam oleh waktu. Sejarah yang membuatnya akan selalu abadi.

Negara Produsen : Indonesia

Tahun Produksi dan Pemasaran : 1954 – 1964

Radio Transistor Tjawang merupakan awal mula kebangkitan produk radio transistor di Indonesia. Berawal dari semangat nasionalisme Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel, sang pelopor hadirnya radio transistor di Indonesia, yang menginginkan adanya alat komunikasi baru untuk menciptakan integrasi bangsa di awal kemerdekaan. Atas prakarsa beliau pada tahun 1950an berdirilah PT. Transistor Radio Manufacturing co. di kawasan Cawang, Jakarta. Timur . PT inilah yang memproduksi radio transistor tjawang. Pada saat itu radio transistor merupakan revolusi dari radio yang telah beredar sebelumya, yaitu masih menggunakan tabung hampa.

Keberadaan radio transistor yang dioperasikan dengan baterai ini membawa perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang terpencar di berbagai pulau, dengan kondisi pada waktu itu dimana fasilitas listrik masih belum merata dan infrastruktur perhubungan masih sangat terbatas. Radio transistor ini dapat menangkap siaran pemerintah dari seluruh pelosok Indonesia, sehingga dapat menjadi alat untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Radio tjawang kini memang tinggal kenangan. Merk tjawang pada tahun 1970 digantikan dengan merk baru yakni National, yang merupakan kerjasama antara PT. National Gobel (dibentuk oleh Thayeb M. Gobel dan rekan-rekannya pada 27 Juli 1970) dengan matsuhita electric industrial.co. ltd dari jepang. Lalu kini berubah nama menjadi Panasonic, merk yang sudah tidak asing lagi kiprahnya di industri elektronik masa kini.

Sumber referensi :

www.panasonic.co.id

www.kedaibarangantik.blogspot.com

RADIO TJAWANG

Waktu boleh saja bergerak maju. Namun barang - barang dari masa yang telah lalu tidak akan pernah tenggelam oleh waktu. Sejarah yang membuatnya akan selalu abadi.

Negara Produsen : Indonesia

Tahun Produksi dan Pemasaran : 1954 – 1964

Radio Transistor Tjawang merupakan awal mula kebangkitan produk radio transistor di Indonesia. Berawal dari semangat nasionalisme Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel, sang pelopor hadirnya radio transistor di Indonesia, yang menginginkan adanya alat komunikasi baru untuk menciptakan integrasi bangsa di awal kemerdekaan. Atas prakarsa beliau pada tahun 1950an berdirilah PT. Transistor Radio Manufacturing co. di kawasan Cawang, Jakarta. Timur . PT inilah yang memproduksi radio transistor tjawang. Pada saat itu radio transistor merupakan revolusi dari radio yang telah beredar sebelumya, yaitu masih menggunakan tabung hampa.

Keberadaan radio transistor yang dioperasikan dengan baterai ini membawa perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang terpencar di berbagai pulau, dengan kondisi pada waktu itu dimana fasilitas listrik masih belum merata dan infrastruktur perhubungan masih sangat terbatas. Radio transistor ini dapat menangkap siaran pemerintah dari seluruh pelosok Indonesia, sehingga dapat menjadi alat untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Radio tjawang kini memang tinggal kenangan. Merk tjawang pada tahun 1970 digantikan dengan merk baru yakni National, yang merupakan kerjasama antara PT. National Gobel (dibentuk oleh Thayeb M. Gobel dan rekan-rekannya pada 27 Juli 1970) dengan matsuhita electric industrial.co. ltd dari jepang. Lalu kini berubah nama menjadi Panasonic, merk yang sudah tidak asing lagi kiprahnya di industri elektronik masa kini. 

Sumber referensi :

www.panasonic.co.id

www.kedaibarangantik.blogspot.com


20 thoughts on “RADIO TJAWANG Waktu boleh saja bergerak maju. Namun barang -…

  1. Mujiantoro Toro

    jadi ingat almarhum bapak. dia belikan radio tjawang spt itu buat saya, dengan catatan saya harus tidur sendiri, tidak lagi bersama emak dan bapak. sebuah kenangan manis kasih sayang bapak ke saya

  2. Sugeng Adiono

    Jadi ingat masa kecilku dulu...tp wkt itu msh gunakan Radio TABUNG...yg lucu nya jika dengar lagu yg enak di jalan...segera pulang coba nyetel radio ceklek.... radio baru bunyi 2-3 menitan...ya sdh...lagunya keburu habis... sip mas ...mantab

Leave a Reply