Saya bertahun-tahun sebagai pemodif kendaraan listrik daya besar dr 48v, 60v ,

Saya bertahun-tahun sebagai pemodif kendaraan listrik daya besar dr 48v, 60v , 72v sampai 220v, dan kecepatan tinggi, bbrp karya sdh menjadi bahan berita, Di group kami MODIF KENDARAAN LISTRIK sangat minim yg tau ttg rangkaian output dan input. Bantu kita lah supaya bs beri inprov ttg rangakian step up dan step down yg bs kita aplikasikan untuk keperluan lain di dlm system motor listrik.

Terima kasih admin.








33 thoughts on “Saya bertahun-tahun sebagai pemodif kendaraan listrik daya besar dr 48v, 60v ,

  1. Lutfi Arghobi

    Kendaraan listrik akan lebih indah jika mas main di system programming digitalnya , penambahan rangkain ini itu kurang efektif jika tidak mecing dengan controllernya. Jika di rasa sulit meretas atau mengedit software yg sudah tertanam di controller. Coba buat sendiri saja... Bisa pakai arduino atau keluarga Microcontroll lainnya. Disitu mas bisa tuangkan semua ide dari input dan output yang ada untuk di proses tanpa kuatir mengganggu syatem utama.

  2. Daryono Daryonoo

    Berarti ada dua tegangan ya pak Agung Masteros:
    1.tegangan baterai, kontroler dan motor penggerak
    2.tegangan asesories , lampu,klakson dll
    Karena kedua sistim tegangan tsb bisa berbeda maka memerlukan dc converter, apa betul begitu?

  3. Kharis Satusatu

    ya bgtu jga bsa. cz cri lampu dpan dan rem 48v kan mumet crix. pngen gampang sparepartx y buat converter stepdown to 12v 10amp..gmna ad yg bsakah?

  4. Naiwan Novemberromeo Fivetonine

    Saya ada sepeda listrik tp jadi rongsok gara2 motore ndut2an apalagi kalo panas. Itu di esc atau emang motornya sudah harus lembiru??

  5. Muji Ep

    Motor listrik ini butuh amperr tinggi jika voltase rendah...dan butuhvolttinggit besar dg amper besar juga..jadi gk bisa 12 volt di stepup voltnya dg hasil amper besar...jadi klau ada 12 volt 10A di step up dg ampere besar dan dg volt tinggi itu itu mustahil

  6. Deky Prasetyo

    Bost converter tidak terlalu efisien, lebih baik sumber tetap main di tegangan tinggi, baru gunakan buck converter untuk supply peralatan yg butuh tegangan lebih rendah, untuk driver motor gunakan PWM driver, jangan gunakan penurun tegangan, kalau pakai penurun tegangan torsinya akan berkurang di low RPM.

  7. Agung Masteros

    Di butuhkan step up dan munvki step down sebab kendaraan listrik itu stadart yg paling banyak di gunakan di indo itu 48v ttp skrmg malah ada yg sdh memakai 84v.. Sebab makin besar volt terikan/torque makin besar. Tdk bs saya bayangkan. Dgn beban bekas motor revo saja.. Saya pakai 60v... Tarikan awal dgn mesin bensin 115 cc kita jauh lbh menang dan responsif. Cm akhir nya kalah di speed. Wkt itu saya dpt 65km/jam dgn BLDC 800watt.

  8. Fahdani Rakhmawan

    Hmmm, kenapa ingin di step-up dan step-down mas? toh tetep yg diperlukan kan watt? Kalo menurut sy malah jadi banyak rugi2 akibat konversi ini CMIIW

  9. Agung Masteros

    Ken berhubungan dgn space baterai mas kalau di sepeda. Kalau ada semacam switch mau irit ya pakai 36v.. Mau fast dan torque kuat ya pakai 72v.. Dlm 1 paket baterai, mau nya rekan2 spt itu. Ttp mmg blum ada yg bs. Krn ampere kan besar. Kabel 3mm aja bs meleleh mas. Pakai 48v

  10. Fahdani Rakhmawan

    Setau sy tegangan tinggi memang berbanding lurus sama putaran, tapi torsi nya berkurang. Untuk konversi tegangan tentu dipengaruhi juga sama arus yg harus memadai. Contohnya kabel listrik transmisi. diameter kabel bisa kecil karena tegangannya 20kv, makin tinggi tegangan rugi2 makin kecil karena resistansi kabel. Tapi ketika tegangan tinggi tsb didapat dari konversi, secara simple nya bisa diartikan dia mengkonversi arus menjadi tegangan, dan pasti terdapat rugi2 pada device konversi ini. Kalo menurut sy sih mending batre kecil yg diseri untuk mencapai tegangan tinggi meskipun mAh nya pasti mengecil, asal watt/power nya nyampe. Itu makanya sekarang banyak yg pake batre li-ion 18650 yg dirangkai S-P untuk dapet tegangan yg dibutuhkan. CMIIW lagi

Leave a Reply