Share..! Dapat dari laman electronicinfoline.com. Suatu step up atau buck…

Share..!
Dapat dari laman electronicinfoline.com.
Suatu step up atau buck boost converter yang dapat digunakan utk supply perangkat-perangkat tegangan tinggi DC seperti lampu tabung (Xenon, nixie, neon, VFD display dll).
Kelebihannya dia adjustable sekaligus ada feedback utk menstabilkan outputnya.
MUNGKIN dengan sedikit perubahan atau penggantian driver (FET), power induktor dengan kawat yg lebih besar dan perubahan nilai2 resistor dibagian adjust atau feedbacknya, bisa digunakan utk menaikkan tegangan accu mobil yang sedang drop dan sulit distarter. Intinya hanya utk emergency jika kita sedang ada ditempat terpencil tiba-tiba accu drop dan mobil tidak bisa distarter. Apalagi mobilnya matic.
Monggo dikembangkan. Saya sendiri belum mencoba.
Jadi jangan tanya bagaimana hasilnya.
Tapi dilihat dari konstruksinya tampaknya "BISA" digunakan seperti ide saya.
Silahkan dilihat, dianalisa dan dikembangkan..

Trims...



24 thoughts on “Share..! Dapat dari laman electronicinfoline.com. Suatu step up atau buck…

  1. Supriyono Pudjianto

    Dwi Febriyanto ... 250A. segitu besarkah. utk mobil matic kecil kalo starter segitu besar arusnya. berarti tegangan aki bisa jatuh berapa, kang?? Maaf saya kurang paham tentang kelistrikan mobil.

  2. Supriyono Pudjianto

    Benns .. 20A dengan Accu berapa Ah? pernah ngukur tegangan waktu startnya? jadi berapa volt waktu distart.. Maaf yg seperti ini memang saya belum tahu. trims..

  3. Supriyono Pudjianto

    ya benar, kang. kalo itu sudah paham. Saya coba pelajari karakteristik arus dan tegangan start pada motor-motor starter mobil atau sepeda motor. Insyaallah dengan tau karakteristiknya kita akan punya solusi utk mengatasi permasalahan seperti itu..

  4. Benns

    ya pakai aki motor om, aki motor lama (aki basah) justru lebih besar kapasitasnya, ada yg 10Ah, klo aki motor baru2 (aki kering) skrg kebanyakan malah cm 7Ah atau 6Ah, soal volt drop jd brp itu kesehatan aki jg sangat berpengaruh

  5. Supriyono Pudjianto

    Benns pernah ngukur tegangannya pada saat start saja / gak? bukan sebelum atau sesudah start. kalo pernah, berapa? abaikan kesehatan accunya. Buat data awal saja. trims

  6. Supriyono Pudjianto

    Siip, kang. sesuai dengan pemahamanku... Tapi jangan dilupakan kang setiap accu ada tahanan dalam yg akan bikin drop tegangan jika arus dialirkan lebih tinggi dari yg direkomendasikan.

  7. Dwi Febriyanto

    apalagi motor starter mesin mobil langsung disambung ke flywheel tanpa kopling. beban saat mesin masih diam juga sangat berat. arus pasti sangat besar, walaupun cuma sebentar...

  8. Supriyono Pudjianto

    yupp pasti. itu. makanya ada banyak jenis motor listrik. sesuai jenis beban dan torsi yg dibutuhkan. apakah continue, pulse, start motor atau stepper. banyak macamnya. dan karakteristik arus dan ketahanannya berbeda-beda.

  9. Supriyono Pudjianto

    yup.. begitulah... Pemahaman saya sementara begini, waktu mobil tdk bisa distarter karena tegangan awal ACCU drop pada ukuran tertentu sehingga sewaktu distart arus termasuk dayanya tidak mampu mencapai nominal. sehingga dgn torsi yg lebih kecil dari torsi beban. mobil tdk bisa distart. Ide saya adalah mengakali tegangan drop ini menjadi tegangan nominal ACCU sehingga bisa digunakan utk menstart mesin. Hanya digunakan untuk MENSTART mesin, bukan yg lain. Intinya menaikkan tegangan hingga nominal kemudian kuras Arus yg tersisa di ACC tsb. ya atas dasar pemahaman seperti diatas bahwa 5Ah kalo dipakai 5A berarti 1jam habis. kalo dipakek 10A setengah jam habis...

Leave a Reply